Anda Mungkin Tidak Membutuhkan Effect

Effects adalah jalan keluar dari paradigma React. Mereka memungkinkan Anda untuk “keluar” dari React dan menyinkronkan komponen Anda dengan sistem eksternal. Jika tidak ada sistem eksternal yang terlibat (misalkan, jika Anda ingin memperbarui state komponen dengan beberapa props atau perubahan state), Anda seharusnya tidak perlu menggunakan Effect. Menghilangkan Effects yang tidak perlu akan membuat kode Anda lebih mudah untuk diikuti, lebih cepat untuk dijalankan, dan lebih sedikit berpotensi galat.

Anda akan mempelajari

  • Mengapa dan cara menghapus Effects yang tidak perlu dari komponen Anda
  • Cara meng-cache komputasi yang mahal tanpa Effects
  • Cara menyetel ulang dan mengatur state komponen tanpa Effects
  • Cara berbagi logika di antara event handler share logic between event handlers
  • Logika apa yang seharusnya dipindahkan ke event handler
  • Cara memberi tahu perubahan komponen ke komponen induk

Cara menghapus Effect yang tidak perlu

Ada dua kasus umum di mana Anda tidak memerlukan Effects:

  • Anda tidak memerlukan Effects untuk melakukan transformasi data untuk rendering. Sebagai contoh, katakanlah Anda ingin melakukan filter terhadap sebuah daftar sebelum menampiklannya. Anda mungkin merasa tergoda untuk menulis Effect yang memperbarui variabel state ketika daftar berubah. Akan tetapi, hal ini tidak efisien. Ketika Anda memperbarui state, React akan memanggil fungsi komponen Anda terlebih dahulu untuk menghitung apa yang seharusnya ada di layar. Kemudian React akan commit perubahan ini ke DOM, memperbarui layar. Kemudian React akan menjalankan Effect Anda. Jika Effect Anda juga segera memperbarui state, ini akan mengulang seluruh proses dari awal! Untuk menghindari render pass yang tidak perlu, ubah semua data pada tingkat teratas komponen Anda. Kode tersebut akan secara otomatis dijalankan ulang setiap kali props atau state anda berubah.
  • Anda tidak memerlukan Efek untuk menangani event dari pengguna. Sebagai contoh, katakanlah Anda ingin mengirim request POST /api/buy dan menampilkan notifikasi ketika pengguna membeli produk. Di event handler klik tombol Beli, Anda tahu persis apa yang terjadi. Pada saat Effect berjalan, Anda tidak tahu apa yang dilakukan pengguna (misalnya, tombol mana yang diklik). Inilah sebabnya mengapa Anda biasanya akan menangani event pengguna di event handler yang sesuai.

Anda memang membutuhkan Effect untuk melakukan sinkronisasi dengan sistem eksternal. dengan sistem eksternal. Sebagai contoh, Anda dapat menulis sebuah Effect yang membuat widget jQuery tetap tersinkronisasi dengan state React. Anda juga dapat mengambil data dengan Effect: sebagai contoh, Anda dapat menyinkronkan hasil pencarian dengan kueri pencarian saat ini. Perlu diingat bahwa kerangka kerja (framework) modern menyediakan mekanisme pengambilan data bawaan yang lebih efisien daripada menulis Effect secara langsung di dalam komponen Anda.

Untuk membantu Anda mendapatkan intuisi yang tepat, mari kita lihat beberapa contoh konkret yang umum!

Memperbarui state berdasarkan props atau state

Katakanlah Anda memiliki komponen dengan dua variabel state: firstName dan lastName. Anda ingin mendapatkan fullName dengan menggabungkan keduanya. Selain itu, Anda ingin fullName diperbarui setiap kali firstName atau lastName berubah. Naluri pertama Anda mungkin menambahkan variabel state fullName dan memperbaruinya di Effect:

function Form() {
const [firstName, setFirstName] = useState('Taylor');
const [lastName, setLastName] = useState('Swift');

// 🔴 Hindari: state berlebihan dan Effect yang tidak perlu
const [fullName, setFullName] = useState('');
useEffect(() => {
setFullName(firstName + ' ' + lastName);
}, [firstName, lastName]);
// ...
}

Ini lebih rumit dari yang diperlukan. Ini juga tidak efisien: ia melakukan render pass secara keseluruhan dengan nilai usang untuk fullName, lalu segera me-render ulang dengan nilai yang diperbarui. Hapus variabel state dan Effect:

function Form() {
const [firstName, setFirstName] = useState('Taylor');
const [lastName, setLastName] = useState('Swift');
// ✅ Baik: dikalkulasi saat render
const fullName = firstName + ' ' + lastName;
// ...
}

Ketika sebuah nilai dapat dihitung dari props atau state yang ada, jangan memasukkannya ke dalam state. Sebaiknya, hitunglah saat rendering. Hal ini membuat kode Anda lebih cepat (Anda menghindari pembaruan “bertingkat” tambahan), lebih sederhana (Anda menghapus beberapa kode), dan lebih tidak rawan terhadap error (Anda menghindari bug yang disebabkan oleh variabel state berbeda yang tidak sinkron satu sama lain). Jika pendekatan ini terasa baru bagi Anda, Cara Berpikir dengan React menjelaskan apa yang seharusnya masuk sebagai state.

Menyimpan penghitungan mahal di cache

Komponen ini menghitung visibleTodos dengan mengambil todos yang diterimanya berdasarkan props dan memfilternya berdasarkan prop filter. Anda mungkin tergoda untuk menyimpan hasilnya dalam keadaan dan memperbaruinya dari Effect:

function TodoList({ todos, filter }) {
const [newTodo, setNewTodo] = useState('');

// 🔴 Hindari: state berlebihan dan Effect yang tidak perlu
const [visibleTodos, setVisibleTodos] = useState([]);
useEffect(() => {
setVisibleTodos(getFilteredTodos(todos, filter));
}, [todos, filter]);

// ...
}

Seperti pada contoh sebelumnya, hal ini tidak diperlukan dan tidak efisien. Pertama, hapus state dan Effect-nya:

function TodoList({ todos, filter }) {
const [newTodo, setNewTodo] = useState('');
// ✅ Ini baik jika getFilteredTodos() tidak lambat.
const visibleTodos = getFilteredTodos(todos, filter);
// ...
}

Biasanya, kode ini baik-baik saja! Namun mungkin getFilteredTodos() lambat atau Anda memiliki banyak todos. Dalam hal ini Anda tidak ingin mengkalkulasi ulang getFilteredTodos() jika beberapa variabel state yang tidak terkait seperti newTodo telah berubah.

Anda dapat melakukan cache (atau “memoisasi”) perhitungan yang mahal dengan membungkusnya dalam Hook useMemo:

import { useMemo, useState } from 'react';

function TodoList({ todos, filter }) {
const [newTodo, setNewTodo] = useState('');
const visibleTodos = useMemo(() => {
// ✅ Tidak dijalankan ulang kecuali todos atau filter berubah
return getFilteredTodos(todos, filter);
}, [todos, filter]);
// ...
}

Atau, ditulis dalam satu baris:

import { useMemo, useState } from 'react';

function TodoList({ todos, filter }) {
const [newTodo, setNewTodo] = useState('');
// ✅ Does not re-run getFilteredTodos() unless todos or filter change
const visibleTodos = useMemo(() => getFilteredTodos(todos, filter), [todos, filter]);
// ...
}

Hal ini memberitahu React bahwa Anda tidak ingin fungsi di dalamnya dijalankan ulang kecuali todos atau filter telah berubah. React akan mengingat nilai kembalian getFilteredTodos() selama render awal. Selama rendering berikutnya, ia akan memeriksa apakah todos atau filter berbeda. Jika sama dengan yang terakhir kali, useMemo akan mengembalikan hasil terakhir yang disimpannya. Namun jika berbeda, React akan memanggil fungsi di dalamnya lagi (dan menyimpan hasilnya).

Fungsi yang Anda bungkus dalam useMemo berjalan selama rendering, jadi ini hanya berfungsi untuk perhitungan murni.

Pendalaman

Bagaimana cara mengetahui apakah suatu perhitungan itu mahal?

Secara umum, kecuali Anda membuat atau melakukan pengulangan terhadap ribuan objek, biayanya mungkin tidak mahal. Jika Anda ingin lebih percaya diri, Anda dapat menambahkan log konsol untuk mengukur waktu yang dihabiskan dalam sebuah kode:

console.time('filter array');
const visibleTodos = getFilteredTodos(todos, filter);
console.timeEnd('filter array');

Lakukan interaksi yang Anda ukur (misalnya, mengetik pada input). Anda kemudian akan melihat log seperti filter array: 0,15ms di konsol Anda. Jika keseluruhan waktu yang dicatat bertambah hingga jumlah yang signifikan (katakanlah, 1 ms atau lebih), mungkin masuk akal untuk melakukan memoisasi terhadap penghitungan tersebut. Sebagai percobaan, Anda kemudian dapat menggabungkan penghitungan dalam useMemo untuk memverifikasi apakah total waktu yang dicatat untuk interaksi tersebut telah berkurang atau tidak:

console.time('filter array');
const visibleTodos = useMemo(() => {
return getFilteredTodos(todos, filter); // Skipped if todos and filter haven't changed
}, [todos, filter]);
console.timeEnd('filter array');

useMemo tidak akan membuat rendering pertama lebih cepat. Ini hanya membantu Anda melewatkan pekerjaan pembaruan yang tidak perlu.

Ingatlah bahwa perangkat Anda mungkin lebih cepat daripada perangkat pengguna Anda, jadi sebaiknya uji kinerjanya dengan pelambatan buatan. Misalnya, Chrome menawarkan opsi CPU Throttling untuk ini.

Perhatikan juga bahwa mengukur kinerja dalam mode pengembangan tidak akan memberi Anda hasil yang paling akurat. (Misalnya, ketika Strict Mode aktif, Anda akan melihat setiap komponen dirender dua kali, bukan sekali.) Untuk mendapatkan pengaturan waktu yang paling akurat, kompilasi aplikasi Anda dalam mode produksi dan uji pada perangkat seperti yang dimiliki pengguna Anda.

Menyetel ulang keseluruhan state ketika props berubah

Komponen ProfilePage ini menerima prop userId. Halaman tersebut berisi input komentar, dan Anda menggunakan variabel state comment untuk menyimpan nilainya. Suatu hari, Anda melihat masalah: saat Anda bernavigasi dari satu profil ke profil lainnya, state comment tidak disetel ulang. Akibatnya, Anda dapat dengan mudah mengirim komentar ke profil pengguna yang salah secara tidak sengaja. Untuk memperbaiki masalah ini, Anda ingin menghapus variabel state comment setiap kali userId berubah:

export default function ProfilePage({ userId }) {
const [comment, setComment] = useState('');

// 🔴 Hindari: menyetel ulanh state setiap prop berubah di dalam Effect
useEffect(() => {
setComment('');
}, [userId]);
// ...
}

Hal ini tidak efisien karena ProfilePage dan turunannya akan di-render terlebih dahulu dengan nilai yang sudah usang, lalu di-render lagi. Ini juga rumit karena Anda harus melakukan ini di setiap komponen yang memiliki state di dalam ProfilePage. Misalnya, jika UI komentar disarangkan, Anda juga ingin menghapus state komentar yang disarangkan.

Sebagai gantinya, Anda dapat memberi tahu React bahwa setiap profil pengguna secara konseptual adalah profil berbeda dengan memberinya key secara eksplisit. Pisahkan komponen Anda menjadi dua dan oper atribut key dari komponen luar ke komponen dalam:

export default function ProfilePage({ userId }) {
return (
<Profile
userId={userId}
key={userId}
/>
);
}

function Profile({ userId }) {
// ✅ State ini dan state lain di bawahnya akan disetel ulang secara otomatis setiap kali key berubah
const [comment, setComment] = useState('');
// ...
}

Biasanya, React mempertahankan state ketika komponen yang sama dirender di tempat yang sama. Dengan mengoper userId sebagai key ke komponen Profile, Anda meminta React untuk memperlakukan dua komponen Profile dengan userId yang berbeda sebagai dua komponen berbeda yang tidak boleh berbagi state apa pun. Kapan pun key (yang telah Anda setel ke userId) berubah, React akan membuat ulang DOM dan mengatur ulang state dari komponen Profile dan semua turunannya. Sekarang bidang comment akan dihapus secara otomatis saat bernavigasi antar profil.

Perhatikan bahwa dalam contoh ini, hanya komponen ProfilePage bagian luar yang diekspor dan terlihat oleh file lain dalam proyek. Komponen yang merender ProfilePage tidak perlu meneruskan kuncinya: komponen meneruskan userId sebagai prop biasa. Fakta bahwa ProfilePage meneruskannya sebagai key ke komponen Profile bagian dalam adalah detail implementasi.

Menyesuaikan sebagian state ketika prop berubah

Terkadang, Anda mungkin ingin menyetel ulang atau menyesuaikan sebagian state pada perubahan prop, namun tidak semuanya.

Komponen List ini menerima list item sebagai prop, dan mempertahankan item yang dipilih dalam variabel state selection. Anda ingin menyetel ulang selection ke null setiap kali prop items menerima senarai yang berbeda:

function List({ items }) {
const [isReverse, setIsReverse] = useState(false);
const [selection, setSelection] = useState(null);

// 🔴 Hindari: Mengatur state saat prop berubah di dalam Effect
useEffect(() => {
setSelection(null);
}, [items]);
// ...
}

Hal ini juga tidak ideal. Setiap kali items berubah, List dan komponen turunannya akan di-render dengan nilai selection yang usang pada awalnya. Kemudian React akan memperbarui DOM dan menjalankan Effect-nya. Terakhir, panggilan setSelection(null) akan menyebabkan rendering ulang List dan komponen turunannya lagi, sehingga memulai kembali seluruh proses ini.

Mulailah dengan menghapus Effect. Sebagai gantinya, sesuaikan state secara langsung selama rendering:

function List({ items }) {
const [isReverse, setIsReverse] = useState(false);
const [selection, setSelection] = useState(null);

// Lebih baik: Menyesuaikan state saat rendering
const [prevItems, setPrevItems] = useState(items);
if (items !== prevItems) {
setPrevItems(items);
setSelection(null);
}
// ...
}

Menyimpan informasi dari render sebelumnya seperti ini mungkin sulit untuk dipahami, tetapi ini lebih baik daripada memperbarui state yang sama dalam suatu Effect. Dalam contoh di atas, setSelection dipanggil secara langsung saat render. React akan me-render ulang List segera setelah keluar dengan pernyataan return. React belum merender turunan List atau memperbarui DOM, jadi hal ini memungkinkan turunan List melewatkan rendering nilai selection yang sudah usang.

Saat Anda memperbarui komponen selama rendering, React membuang JSX yang dikembalikan dan segera mencoba lagi rendering. Untuk menghindari percobaan ulang berjenjang yang sangat lambat, React hanya mengizinkan Anda memperbarui state komponen sama selama render. Jika Anda memperbarui state komponen lain selama render, Anda akan melihat error. Kondisi seperti items !== prevItems diperlukan untuk menghindari perulangan. Anda dapat menyesuaikan state seperti ini, namun efek samping lainnya (seperti mengubah DOM atau menyetel batas waktu) harus tetap berada di event handlers atau Effect untuk menjaga komponen tetap murni.

Meskipun pola ini lebih efisien daripada Effect, sebagian besar komponen juga tidak memerlukannya. Bagaimana pun Anda melakukannya, menyesuaikan state berdasarkan props atau state lainnya akan membuat aliran data Anda lebih sulit untuk dipahami dan di-debug. Selalu periksa apakah Anda dapat mengatur ulang semua state dengan key atau menghitung semuanya selama rendering sebagai gantinya. Misalnya, alih-alih menyimpan (dan mengatur ulang) item yang dipilih, Anda dapat menyimpan ID item yang dipilih:

function List({ items }) {
const [isReverse, setIsReverse] = useState(false);
const [selectedId, setSelectedId] = useState(null);
// ✅ Cara terbaik: Menghitung semuanya saat rendering
const selection = items.find(item => item.id === selectedId) ?? null;
// ...
}

Sekarang tidak perlu lagi “menyesuaikan” state. Jika item dengan ID yang dipilih ada dalam daftar, maka item tersebut tetap dipilih. Jika tidak, selection yang dihitung selama rendering akan menjadi null karena tidak ditemukan item yang cocok. Perilaku ini berbeda, namun bisa dibilang lebih baik karena sebagian besar perubahan pada item mempertahankan pilihan.

Berbagi logika antar event handler

Katakanlah Anda memiliki halaman produk dengan dua tombol (Beli dan Checkout) yang memungkinkan Anda membeli produk tersebut. Anda ingin menampilkan notifikasi setiap kali pengguna memasukkan produk ke keranjang. Memanggil showNotification() pada handler klik kedua tombol terasa berulang sehingga Anda mungkin tergoda untuk menempatkan logika ini dalam sebuah Effect:

function ProductPage({ product, addToCart }) {
// 🔴 Hindari: Logika khusus Event di dalam Effect
useEffect(() => {
if (product.isInCart) {
showNotification(`Added ${product.name} to the shopping cart!`);
}
}, [product]);

function handleBuyClick() {
addToCart(product);
}

function handleCheckoutClick() {
addToCart(product);
navigateTo('/checkout');
}
// ...
}

Effect ini tidak diperlukan. Kemungkinan besar juga akan menyebabkan bug. Misalnya, aplikasi Anda “mengingat” keranjang belanja di antara halaman yang dimuat ulang. Jika Anda menambahkan produk ke keranjang satu kali dan me-refresh halaman, notifikasi akan muncul kembali. Ini akan terus muncul setiap kali Anda me-refresh halaman produk tersebut. Hal ini karena product.isInCart sudah menjadi true saat halaman dimuat, sehingga Effect di atas akan memanggil showNotification().

Jika Anda tidak yakin apakah beberapa kode harus berada dalam Effect atau dalam event handler, tanyakan pada diri Anda mengapa kode ini perlu dijalankan. Gunakan Effect hanya untuk kode yang harus dijalankan karena komponen ditampilkan kepada pengguna. Dalam contoh ini, notifikasi akan muncul karena pengguna menekan tombol, bukan karena halaman ditampilkan! Hapus Effect-nya dan masukkan logika bersama ke dalam fungsi yang dipanggil dari kedua event handler:

function ProductPage({ product, addToCart }) {
// ✅ Baik: Logika khusus event dipanggil dari event handler
function buyProduct() {
addToCart(product);
showNotification(`Added ${product.name} to the shopping cart!`);
}

function handleBuyClick() {
buyProduct();
}

function handleCheckoutClick() {
buyProduct();
navigateTo('/checkout');
}
// ...
}

Hal ini menghilangkan Effect yang tidak perlu dan memperbaiki bug.

Mengirim request POST

Komponen Form ini mengirimkan dua jenis request POST. Ini mengirimkan event analitik saat dipasang. Saat Anda mengisi formulir dan mengklik tombol Kirim, request POST akan dikirim ke endpoint /api/register:

function Form() {
const [firstName, setFirstName] = useState('');
const [lastName, setLastName] = useState('');

// ✅ Baik: Logika ini seharusnya dijalankan karena komponen ditampilkan
useEffect(() => {
post('/analytics/event', { eventName: 'visit_form' });
}, []);

// 🔴 Hindari: Logika khusus event di dalam Effect
const [jsonToSubmit, setJsonToSubmit] = useState(null);
useEffect(() => {
if (jsonToSubmit !== null) {
post('/api/register', jsonToSubmit);
}
}, [jsonToSubmit]);

function handleSubmit(e) {
e.preventDefault();
setJsonToSubmit({ firstName, lastName });
}
// ...
}

Mari kita terapkan kriteria yang sama seperti pada contoh sebelumnya.

Request POST analitik harus tetap dalam Effect. Ini karena alasan mengirim event analitik adalah karena formulir telah ditampilkan. (Ini akan diaktifkan dua kali dalam pengembangan, tetapi lihat di sini untuk mengetahui cara mengatasinya.)

Namun, request POST /api/register tidak disebabkan oleh formulir yang ditampilkan. Anda hanya ingin mengirim permintaan pada satu waktu tertentu: saat pengguna menekan tombol. Ini seharusnya hanya terjadi pada interaksi tertentu. Hapus Effect kedua dan pindahkan request POST tersebut ke dalam event handler:

function Form() {
const [firstName, setFirstName] = useState('');
const [lastName, setLastName] = useState('');

// ✅ Baik: Logika ini dijalankan karena komponen ditampilkan
useEffect(() => {
post('/analytics/event', { eventName: 'visit_form' });
}, []);

function handleSubmit(e) {
e.preventDefault();
// ✅ Baik: Logika khusus event di dalam event handler
post('/api/register', { firstName, lastName });
}
// ...
}

Saat Anda memilih apakah akan memasukkan logika ke dalam event handler atau Effect, pertanyaan utama yang perlu Anda jawab adalah logika macam apa dari sudut pandang pengguna. Jika logika ini disebabkan oleh interaksi tertentu, simpan logika tersebut di event handler. Jika hal ini disebabkan oleh pengguna melihat komponen di layar, simpan di Effect.

Rantai komputasi

Terkadang Anda mungkin tergoda untuk membuat Effect berantai yang masing-masing menyesuaikan suatu bagian state berdasarkan state lainnya:

function Game() {
const [card, setCard] = useState(null);
const [goldCardCount, setGoldCardCount] = useState(0);
const [round, setRound] = useState(1);
const [isGameOver, setIsGameOver] = useState(false);

// 🔴 Hindari: Rantai Effect yang menyesuaikan state hanya untuk memicu Effect satu sama lain
useEffect(() => {
if (card !== null && card.gold) {
setGoldCardCount(c => c + 1);
}
}, [card]);

useEffect(() => {
if (goldCardCount > 3) {
setRound(r => r + 1)
setGoldCardCount(0);
}
}, [goldCardCount]);

useEffect(() => {
if (round > 5) {
setIsGameOver(true);
}
}, [round]);

useEffect(() => {
alert('Good game!');
}, [isGameOver]);

function handlePlaceCard(nextCard) {
if (isGameOver) {
throw Error('Game already ended.');
} else {
setCard(nextCard);
}
}

// ...

Ada dua masalah dengan kode ini.

Salah satu masalahnya adalah hal ini sangat tidak efisien: komponen (dan turunannya) harus di-render ulang di antara setiap panggilan set dalam rantai. Dalam contoh di atas, dalam kasus terburuk (setCardrendersetGoldCardCountrendersetRoundrendersetIsGameOverrender) ada tiga rendering ulang yang tidak diperlukan pada pohon di bawah ini.

Meskipun tidak lambat, seiring berkembangnya kode Anda, Anda akan menghadapi kasus di mana “rantai” yang Anda tulis tidak sesuai dengan persyaratan baru. Bayangkan Anda menambahkan cara untuk menelusuri sejarah gerakan permainan. Anda akan melakukannya dengan memperbarui setiap variabel state ke nilai dari masa lalu. Namun, menyetel state card ke nilai dari masa lalu akan memicu rantai Effect lagi dan mengubah data yang Anda tampilkan. Kode seperti ini seringkali kaku dan rapuh.

Dalam hal ini, lebih baik menghitung apa yang Anda bisa selama rendering, dan sesuaikan state di event handler:

function Game() {
const [card, setCard] = useState(null);
const [goldCardCount, setGoldCardCount] = useState(0);
const [round, setRound] = useState(1);

// ✅ Hitung apa yang Anda bisa saat render
const isGameOver = round > 5;

function handlePlaceCard(nextCard) {
if (isGameOver) {
throw Error('Game already ended.');
}

// ✅ Hitung keseluruhan state selanjutnya dalam event handler
setCard(nextCard);
if (nextCard.gold) {
if (goldCardCount <= 3) {
setGoldCardCount(goldCardCount + 1);
} else {
setGoldCardCount(0);
setRound(round + 1);
if (round === 5) {
alert('Good game!');
}
}
}
}

// ...

Ini jauh lebih efisien. Selain itu, jika Anda menerapkan cara untuk melihat riwayat game, sekarang Anda akan dapat menyetel setiap variabel state ke pergerakan dari masa lalu tanpa memicu rantai Effect yang menyesuaikan setiap nilai lainnya. Jika Anda perlu menggunakan kembali logika antara beberapa event handler, Anda dapat mengekstrak fungsi dan memanggilnya dari handler tersebut.

Ingat bahwa di dalam event handler, state berperilaku seperti snapshot. Misalnya, bahkan setelah Anda memanggil setRound(round + 1), variabel round akan mencerminkan nilai pada saat pengguna mengklik tombol. Jika Anda perlu menggunakan nilai berikutnya untuk penghitungan, tentukan secara manual seperti const nextRound = round + 1.

Dalam beberapa kasus, Anda tidak dapat menghitung state berikutnya secara langsung di event handler. Misalnya, bayangkan sebuah formulir dengan beberapa dropdown di mana pilihan dropdown berikutnya bergantung pada nilai yang dipilih dari dropdown sebelumnya. Kemudian, rangkaian Effect sesuai karena Anda melakukan sinkronisasi dengan jaringan.

Inisialisasi aplikasi

Beberapa logika hanya boleh dijalankan satu kali saat aplikasi dimuat.

Anda mungkin tergoda untuk menempatkannya di Effect di komponen tingkat atas:

function App() {
// 🔴 Hindari: Effects dengan logika yang harus dijalankan sekali saja
useEffect(() => {
loadDataFromLocalStorage();
checkAuthToken();
}, []);
// ...
}

Namun, Anda akan segera menyadari bahwa ini berjalan dua kali dalam pengembangan. Hal ini dapat menyebabkan masalah— misalnya, mungkin token autentikasinya menjadi tidak valid karena fungsinya tidak dirancang untuk dipanggil dua kali. Secara umum, komponen Anda harus tahan untuk dipasang ulang. Ini termasuk komponen App tingkat atas Anda.

Meskipun dalam praktiknya mungkin tidak akan pernah dipasang ulang dalam produksi, mengikuti batasan yang sama di semua komponen akan mempermudah pemindahan dan penggunaan kembali kode. Jika beberapa logika harus dijalankan sekali per pemuatan aplikasi dan bukan sekali per pemasangan komponen, tambahkan variabel tingkat atas untuk melacak apakah logika tersebut sudah dijalankan:

let didInit = false;

function App() {
useEffect(() => {
if (!didInit) {
didInit = true;
// ✅ Hanya dijalankan sekali saat aplikasi dimuat
loadDataFromLocalStorage();
checkAuthToken();
}
}, []);
// ...
}

You can also run it during module initialization and before the app renders:

if (typeof window !== 'undefined') { // Cek apakah kode berjalan di peramban.
// ✅ Hanya dijalankan sekali saat aplikasi dimuat
checkAuthToken();
loadDataFromLocalStorage();
}

function App() {
// ...
}

Kode di tingkat atas dijalankan satu kali saat komponen Anda diimpor—walaupun komponen tersebut tidak di-render. Untuk menghindari perlambatan atau perilaku tidak terduga saat mengimpor komponen sembarangan, jangan terlalu sering menggunakan pola ini. Pertahankan logika inisialisasi seluruh aplikasi ke root modul komponen seperti App.js atau di titik masuk aplikasi Anda.

Memberi tahu komponen induk tentang perubahan state

Katakanlah Anda sedang menulis komponen Toggle dengan state isOn internal yang dapat berupa true atau false. Ada beberapa cara berbeda untuk mengaktifkannya (dengan mengeklik atau menggeser). Anda ingin memberi tahu komponen induk setiap kali state internal Toggle berubah, sehingga Anda mengekspos event onChange dan memanggilnya dari Effect:

function Toggle({ onChange }) {
const [isOn, setIsOn] = useState(false);

// 🔴 Hindari: Event handler onChange terlambat dijalankan
useEffect(() => {
onChange(isOn);
}, [isOn, onChange])

function handleClick() {
setIsOn(!isOn);
}

function handleDragEnd(e) {
if (isCloserToRightEdge(e)) {
setIsOn(true);
} else {
setIsOn(false);
}
}

// ...
}

Seperti sebelumnya, ini tidak ideal. Toggle memperbarui state-nya terlebih dahulu, dan React memperbarui layar. Kemudian React menjalankan Effect, yang memanggil fungsi onChange yang diteruskan dari komponen induk. Sekarang komponen induk akan memperbarui state-nya sendiri, memulai proses render lainnya. Akan lebih baik jika melakukan semuanya dalam sekali jalan.

Hapus Effect-nya dan perbarui status kedua komponen dalam event handler yang sama:

function Toggle({ onChange }) {
const [isOn, setIsOn] = useState(false);

function updateToggle(nextIsOn) {
// ✅ Baik: Lakukan semua pembaruan selama event yang menyebabkannya
setIsOn(nextIsOn);
onChange(nextIsOn);
}

function handleClick() {
updateToggle(!isOn);
}

function handleDragEnd(e) {
if (isCloserToRightEdge(e)) {
updateToggle(true);
} else {
updateToggle(false);
}
}

// ...
}

Dengan pendekatan ini, komponen Toggle dan komponen induknya memperbarui state-nya selama event. React mem-batch pembaruan dari berbagai komponen secara bersamaan, sehingga hanya akan ada satu render pass.

Anda mungkin juga dapat menghapus state tersebut, dan sebagai gantinya menerima isOn dari komponen induk:

// ✅ Juga baik: komponen terkontrol secara penuh oleh induknya
function Toggle({ isOn, onChange }) {
function handleClick() {
onChange(!isOn);
}

function handleDragEnd(e) {
if (isCloserToRightEdge(e)) {
onChange(true);
} else {
onChange(false);
}
}

// ...
}

“Menaikkan state ke atas” memungkinkan komponen induk mengontrol sepenuhnya Toggle dengan mengubah state induknya sendiri. Ini berarti komponen induk harus mengandung lebih banyak logika, namun secara keseluruhan akan ada lebih sedikit state yang perlu dikhawatirkan. Setiap kali Anda mencoba untuk menyinkronkan dua variabel state yang berbeda, coba naikkan state!

Mengoper data ke komponen induk

Komponen Child ini mengambil data dan kemudian meneruskannya ke komponen Parent dalam sebuah Effect:

function Parent() {
const [data, setData] = useState(null);
// ...
return <Child onFetched={setData} />;
}

function Child({ onFetched }) {
const data = useSomeAPI();
// 🔴 Hindari: Mengoper data ke komponen induk di dalam Effect
useEffect(() => {
if (data) {
onFetched(data);
}
}, [onFetched, data]);
// ...
}

Di React, data mengalir dari komponen induk ke komponen turunannya. Saat Anda melihat sesuatu yang salah di layar, Anda dapat melacak dari mana informasi tersebut berasal dengan menelusuri rantai komponen ke atas hingga Anda menemukan komponen mana yang mengoper props yang salah atau memiliki state yang salah. Saat komponen anak memperbarui state komponen induknya di Effect, aliran data menjadi sangat sulit dilacak. Karena komponen turunan dan induk membutuhkan data yang sama, biarkan komponen induk mengambil data tersebut, dan meneruskannya ke turunan:

function Parent() {
const data = useSomeAPI();
// ...
// ✅ Baik: Meneruskan data ke komponen anak
return <Child data={data} />;
}

function Child({ data }) {
// ...
}

Hal ini lebih simpel dan menjaga aliran data tetap dapat diprediksi: data mengalir dari induk ke turunan.

Berlangganan ke penyimpanan data eksternal

Terkadang, komponen Anda mungkin perlu berlangganan beberapa data di luar state React. Data ini bisa berasal dari pustaka pihak ketiga atau API browser bawaan. Karena data ini dapat berubah tanpa sepengetahuan React, Anda perlu berlangganan komponen Anda secara manual. Hal ini sering dilakukan dengan Effect, misalnya:

function useOnlineStatus() {
// Tidak ideal: Berlangganan store secara manual dalam Effect
const [isOnline, setIsOnline] = useState(true);
useEffect(() => {
function updateState() {
setIsOnline(navigator.onLine);
}

updateState();

window.addEventListener('online', updateState);
window.addEventListener('offline', updateState);
return () => {
window.removeEventListener('online', updateState);
window.removeEventListener('offline', updateState);
};
}, []);
return isOnline;
}

function ChatIndicator() {
const isOnline = useOnlineStatus();
// ...
}

Di sini, komponen berlangganan penyimpanan data eksternal (dalam hal ini, API navigator.onLine browser). Karena API ini tidak ada di server (sehingga tidak dapat digunakan untuk HTML awal), awalnya state disetel ke true. Setiap kali nilai penyimpanan data tersebut berubah di browser, komponen akan memperbarui state-nya.

Meskipun Effect umumnya digunakan untuk hal ini, React memiliki Hook yang dibuat khusus untuk berlangganan penyimpanan data eksternal yang lebih disarankan digunakan. Hapus state dan ganti dengan panggilan ke useSyncExternalStore:

function subscribe(callback) {
window.addEventListener('online', callback);
window.addEventListener('offline', callback);
return () => {
window.removeEventListener('online', callback);
window.removeEventListener('offline', callback);
};
}

function useOnlineStatus() {
// ✅ Baik: Berlangganan store eksternal dengan Hook bawaan
return useSyncExternalStore(
subscribe, // React tidak akan berlangganan ulang selama Anda mengoper fungsi yang sama
() => navigator.onLine, // Bagaimana cara mendapatkan nilai client
() => true // Bagaimana cara mendapatkan nilai server
);
}

function ChatIndicator() {
const isOnline = useOnlineStatus();
// ...
}

Pendekatan ini lebih tidak rentan terhadap kesalahan dibandingkan menyinkronkan secara manual data yang dapat diubah ke state React dengan Effec. Biasanya, Anda akan menulis Hook khusus seperti useOnlineStatus() di atas sehingga Anda tidak perlu mengulangi kode ini di masing-masing komponen. Baca selengkapnya tentang berlangganan penyimpanan data eksternal dari komponen React.

Mengambil data

Banyak aplikasi menggunakan Effect untuk memulai pengambilan data. Sangat umum untuk menulis Effect pengambilan data seperti ini:

function SearchResults({ query }) {
const [results, setResults] = useState([]);
const [page, setPage] = useState(1);

useEffect(() => {
// 🔴 Hindari: Pengambilan data tanpa logika pembersihan
fetchResults(query, page).then(json => {
setResults(json);
});
}, [query, page]);

function handleNextPageClick() {
setPage(page + 1);
}
// ...
}

Anda tidak perlu memindahkan pengambilan ini ke event handler.

Ini mungkin tampak seperti kontradiksi dengan contoh sebelumnya di mana Anda perlu memasukkan logika ke dalam event handler! Namun, pertimbangkan bahwa bukan event pengetikan yang menjadi alasan utama pengambilan. Input penelusuran sering kali diisi sebelumnya dari URL, dan pengguna dapat menavigasi Mundur dan Maju tanpa menyentuh input tersebut.

Tidak masalah dari mana page dan query berasal. Saat komponen ini terlihat, Anda ingin tetap results disinkronkan dengan data dari jaringan untuk page dan query saat ini. Inilah mengapa ini merupakan Effect.

Namun kode diatas mempunyai bug. Bayangkan Anda mengetik "hello" dengan cepat. Kemudian query akan berubah dari "h", menjadi "he", "hel", "hell", dan "hello". Ini akan memulai pengambilan terpisah, namun tidak ada jaminan urutan respons yang akan diterima. Misalnya, respons "hell" mungkin muncul setelah respons "hello". Karena ini akan memanggil setResults() terakhir, Anda akan menampilkan hasil pencarian yang salah. Ini disebut race condition: dua permintaan berbeda “berlomba” satu sama lain dan datang dalam urutan berbeda dari yang Anda harapkan.

Untuk memperbaiki race condition, anda perlu menambahkan fungsi pembersihan untuk mengabaikan respons yang sudah usang:

function SearchResults({ query }) {
const [results, setResults] = useState([]);
const [page, setPage] = useState(1);
useEffect(() => {
let ignore = false;
fetchResults(query, page).then(json => {
if (!ignore) {
setResults(json);
}
});
return () => {
ignore = true;
};
}, [query, page]);

function handleNextPageClick() {
setPage(page + 1);
}
// ...
}

Hal ini memastikan bahwa saat Effect Anda mengambil data, semua respons kecuali yang terakhir diminta akan diabaikan.

Menangani race condition bukan satu-satunya kesulitan dalam mengimplementasikan pengambilan data. Anda mungkin juga ingin memikirkan tentang cache terhadap respons (sehingga pengguna dapat mengeklik Kembali dan langsung melihat layar sebelumnya), cara mengambil data di server (sehingga HTML awal yang di-render oleh server berisi konten yang diambil, bukan spinner), dan cara menghindari air terjun jaringan (network waterfalls) (sehingga komponen anak dapat mengambil data tanpa menunggu induknya).

Masalah ini berlaku untuk semua perpustakaan UI, bukan hanya React. Menyelesaikannya bukanlah hal yang sepele, itulah sebabnya kerangka kerja modern menyediakan mekanisme pengambilan data bawaan yang lebih efisien daripada mengambil data di Effect.

Jika Anda tidak menggunakan kerangka kerja (dan tidak ingin membuat kerangka kerja sendiri) namun ingin membuat pengambilan data dari Effect lebih ergonomis, pertimbangkan untuk mengekstrak logika pengambilan Anda ke dalam Hook khusus seperti dalam contoh ini:

function SearchResults({ query }) {
const [page, setPage] = useState(1);
const params = new URLSearchParams({ query, page });
const results = useData(`/api/search?${params}`);

function handleNextPageClick() {
setPage(page + 1);
}
// ...
}

function useData(url) {
const [data, setData] = useState(null);
useEffect(() => {
let ignore = false;
fetch(url)
.then(response => response.json())
.then(json => {
if (!ignore) {
setData(json);
}
});
return () => {
ignore = true;
};
}, [url]);
return data;
}

Anda mungkin juga ingin menambahkan beberapa logika untuk penanganan error dan melacak apakah konten sedang dimuat. Anda dapat membuat Hook seperti ini sendiri atau menggunakan salah satu dari banyak solusi yang sudah tersedia di ekosistem React. Meskipun hal ini saja tidak akan seefisien menggunakan mekanisme pengambilan data bawaan kerangka kerja, memindahkan logika pengambilan data ke dalam Hook kustom akan mempermudah penerapan strategi pengambilan data yang efisien nantinya.

Secara umum, kapan pun Anda harus menulis Effect, perhatikan kapan Anda dapat mengekstrak sebagian fungsionalitas ke dalam Hook khusus dengan API yang lebih deklaratif dan dibuat khusus seperti useData di atas. Semakin sedikit panggilan useEffect mentah yang Anda miliki di komponen Anda, semakin mudah Anda memelihara aplikasi Anda.

Rekap

  • Apabila Anda dapat menghitung nilai sesuatu saat render, Anda tidak memerlukan Effect.
  • Untuk meng-cache penghitungan yang mahal, tambahkan useMemo sebagai ganti useEffect.
  • Untuk menyetel ulang state sebuah pohon komponen secara keseluruhan, berikan key yang berbeda ke dalamnya.
  • Untuk mengatur ulang state tertentu sebagai respons terhadap perubahan props, aturlah selama rendering.
  • Kode yang berjalan karena komponen ditampilkan harus di Effect, sisanya harus di event.
  • Jika Anda perlu memperbarui state beberapa komponen, lebih baik melakukannya dalam satu event.
  • Setiap kali Anda mencoba menyinkronkan variabel state di komponen yang berbeda, pertimbangkan untuk menaikkan state.
  • Anda dapat mengambil data dengan Effect, tetapi Anda perlu menerapkan pembersihan untuk menghindari race condition.

Tantangan 1 dari 4:
Mentransformasi data tanpa Effect

Komponen TodoList di bawah menampilkan daftar tugas. Jika kotak centang “Tampilkan hanya tugas yang aktif” dicentang, tugas yang sudah selesai tidak akan ditampilkan dalam daftar. Terlepas dari tugas mana yang terlihat, footer menampilkan jumlah tugas yang belum selesai.

Sederhanakan komponen ini dengan menghapus semua state dan Effect yang tidak perlu.

import { useState, useEffect } from 'react';
import { initialTodos, createTodo } from './todos.js';

export default function TodoList() {
  const [todos, setTodos] = useState(initialTodos);
  const [showActive, setShowActive] = useState(false);
  const [activeTodos, setActiveTodos] = useState([]);
  const [visibleTodos, setVisibleTodos] = useState([]);
  const [footer, setFooter] = useState(null);

  useEffect(() => {
    setActiveTodos(todos.filter(todo => !todo.completed));
  }, [todos]);

  useEffect(() => {
    setVisibleTodos(showActive ? activeTodos : todos);
  }, [showActive, todos, activeTodos]);

  useEffect(() => {
    setFooter(
      <footer>
        Sisa {activeTodos.length} tugas
      </footer>
    );
  }, [activeTodos]);

  return (
    <>
      <label>
        <input
          type="checkbox"
          checked={showActive}
          onChange={e => setShowActive(e.target.checked)}
        />
        Tampilkan hanya tugas yang aktif
      </label>
      <NewTodo onAdd={newTodo => setTodos([...todos, newTodo])} />
      <ul>
        {visibleTodos.map(todo => (
          <li key={todo.id}>
            {todo.completed ? <s>{todo.text}</s> : todo.text}
          </li>
        ))}
      </ul>
      {footer}
    </>
  );
}

function NewTodo({ onAdd }) {
  const [text, setText] = useState('');

  function handleAddClick() {
    setText('');
    onAdd(createTodo(text));
  }

  return (
    <>
      <input value={text} onChange={e => setText(e.target.value)} />
      <button onClick={handleAddClick}>
        Tambahkan
      </button>
    </>
  );
}