useState merupakan React Hook yang memungkinkan Anda untuk menambahkan variabel state pada komponen Anda.

const [state, setState] = useState(initialState)

Referensi

useState(initialState)

Panggil fungsi useState di tingkat atas komponen Anda untuk mendeklarasikan sebuah variabel state.

import { useState } from 'react';

function MyComponent() {
const [age, setAge] = useState(28);
const [name, setName] = useState('Taylor');
const [todos, setTodos] = useState(() => createTodos());
// ...

Konvensi dalam menamai variable state adalah menggunakan pola [something, setSomething] dengan array destructuring.

Lihat lebih banyak contoh di bawah ini.

Parameter

  • initialState: Nilai awal pada sebuah state. Nilainya dapat berupa jenis apa saja, namun terdapat perilaku khusus untuk fungsi. Argumen ini diabaikan setelah rendering awal.
    • Jika Anda mengoper sebuah fungsi sebagai initialState, itu akan diperlakukan sebagai fungsi inisialisasi (initializer function). Fungsi tersebut harus murni (pure), tidak boleh menerima argumen, dan harus mengembalikan nilai dengan tipe apa pun. React akan memanggil fungsi inisialisasi ketika menginisialisasi komponen, dan menyimpan nilai kembaliannya sebagai state awal. Lihat contoh lainnya di bawah ini.

Kembalian

useState mengembalikan sebuah senarai yang memiliki dua nilai:

  1. State saat ini. Pada saat pertama kali render, itu akan sama dengan initialState yang Anda oper sebelumnya.
  2. Fungsi set function yang memungkinkan Anda memperbarui state menjadi nilai yang berbeda dan memicu pembaruan ulang (re-render).

Catatan Penting

  • useState merupakan sebuah Hook, sehingga Anda hanya dapat memanggilnya di level atas komponen Anda atau Hooks Anda sendiri. Anda tidak dapat memanggilnya di dalam perulangan atau kondisi. Jika Anda membutuhkannya, Anda dapat membuat komponen baru dan pindahkan state ke dalamnya.
  • Dalam mode ketat (Strict Mode), React akan memanggil fungsi inisialisasi Anda dua kali untuk membantu Anda menemukan kejadian yang tidak diharapkan. Hal ini hanya terjadi pada pengembangan dan tidak mempengaruhi produksi. Jika initializer function Anda murni (sebagaimana mestinya), ini seharusnya tidak mempengaruhi perilakunya. Hasil dari salah satu pemanggilan akan diabaikan.

Fungsi set, seperti setSomething(nextState)

Fungsi set yang dikembalikan oleh useState memungkinkan Anda memperbarui state ke nilai yang berbeda dan memicu pembaruan ulang (re-render). Anda dapat mengoper state berikutnya secara langsung, atau sebuah fungsi yang akan mengkalkulasi dari state sebelumnya:

const [name, setName] = useState('Edward');

function handleClick() {
setName('Taylor');
setAge(a => a + 1);
// ...

Parameter

  • nextState: Nilai yang Anda inginkan untuk menjadi state berikutnya. Ini dapat berupa nilai dari jenis apa pun, tetapi ada perilaku khusus untuk sebuah fungsi.
    • Jika Anda mengoper sebuah fungsi sebagai nextState, itu akan diperlakukan sebagai fungsi pembaruan (updater function). Fungsi ini harus murni (pure), hanya menerima state yang tertunda sebagai argumen satu-satunya, dan harus mengembalikan state berikutnya. React akan menempatkan fungsi pembaruan Anda dalam antrian dan memperbarui ulang komponen Anda. Selama render berikutnya, React akan mengkalkulasi state berikutnya dengan menerapkan semua pembaruan dalam antrian ke state sebelumnya Lihat contoh lainnya di bawah ini.

Kembalian

Fungsi set tidak memiliki nilai kembalian.

Catatan Penting

  • Fungsi set hanya memperbarui variabel state ketika render berikutnya. Jika Anda membaca variabel state setelah memanggil fungsi set, Anda akan tetap mendapatkan nilai lama yang ada di layar sebelum pemanggilan Anda.

  • Jika nilai baru yang Anda berikan identik dengan state saat ini, seperti yang ditentukan oleh perbandingan Object.is, React akan melewatkan proses pembaruan ulang komponen dan anak-anaknya Ini merupakan sebulah optimisasi. Meskipun dalam beberapa kasus React mungkin masih perlu memanggil komponen Anda sebelum melewatkan anak-anaknya, ini seharusnya tidak mempengaruhi kode Anda.

  • React pembaruan state berkelompok. Fungsi set akan memperbarui tampilan setelah semua event handler selesai dijalankan dan memanggil fungsi set masing-masing. Hal ini mencegah terjadinya beberapa pembaruan ulang selama satu event. Dalam kasus yang jarang terjadi di mana Anda perlu memaksa React untuk memperbarui tampilan lebih awal, misalnya untuk mengakses DOM, Anda dapat menggunakan flushSync.

  • Memanggil fungsi set selama rendering hanya diperbolehkan dari dalam komponen yang sedang di-render saat ini. React akan membuang hasilnya dan segera mencoba me-render kembali dengan state yang baru. Pola ini jarang dibutuhkan, tetapi bisa digunakan untuk menyimpan informasi dari render sebelumnya. See an example below.

  • Pada mode ketat, React akan memanggil fungsi pembaruan Anda dua kali untuk membantu Anda menemukan kejadian yang tidak diharapkan. Ini hanya terjadi di lingkungan pengembangan dan tidak memengaruhi produksi. Jika fungsi pembaruan Anda murni (seperti seharusnya), ini tidak akan memengaruhi perilakunya. Hasil dari salah satu panggilan akan diabaikan.


Penggunaan

Menambahkan state pada sebuah komponen

Memanggil useState di tingkat atas komponen Anda untuk mendeklarasikan satu atau lebih variabel state.

import { useState } from 'react';

function MyComponent() {
const [age, setAge] = useState(42);
const [name, setName] = useState('Taylor');
// ...

Konvensi dalam menamai variabel state adalah menggunakan pola [something, setSomething] dengan array destructuring.

useState mengembalikan sebuah senarai yang memiliki dua nilai:

  1. state saat ini dari variabel state ini, awalnya diatur ke state awal yang Anda berikan.
  2. fungsi set yang memungkinkan Anda mengubahnya ke nilai lain sebagai respons terhadap suatu interaksi.

Untuk memperbarui tampilan layar, panggil fungsi set dengan state berikutnya:

function handleClick() {
setName('Robin');
}

React akan menyimpan state berikutnya, me-render komponen Anda kembali dengan nilai baru, dan memperbarui antarmuka pengguna.

Sandungan

Memanggil fungsi set tidak mengubah keadaan saat ini dalam kode yang sudah dieksekusi:

function handleClick() {
setName('Robin');
console.log(name); // Still "Taylor"!
}

Ini hanya mempengaruhi apa yang akan dikembalikan oleh useState mulai dari render berikutnya.

Basic useState examples

Contoh 1 dari 4:
Penghitung (angka)

Dalam contoh ini, variabel state count menyimpan sebuah angka. Dengan mengklik tombol, angka tersebut akan bertambah.

import { useState } from 'react';

export default function Counter() {
  const [count, setCount] = useState(0);

  function handleClick() {
    setCount(count + 1);
  }

  return (
    <button onClick={handleClick}>
      You pressed me {count} times
    </button>
  );
}


Memperbarui state berdasarkan state sebelumnya

Misalkan age adalah 42. Lalu handler ini memanggil setAge(age + 1) sebanyak tiga kali:

function handleClick() {
setAge(age + 1); // setAge(42 + 1)
setAge(age + 1); // setAge(42 + 1)
setAge(age + 1); // setAge(42 + 1)
}

Namun, setelah satu kali klik, age hanya akan menjadi 43 daripada 45! Hal ini terjadi karena memanggil fungsi set tidak memperbarui variabel state age pada kode yang sudah dieksekusi. Oleh karena itu, setiap panggilan setAge(age + 1) menjadi setAge(43).

Untuk memecahkan masalah ini, Anda dapat mengoper sebuah fungsi pembaruan (updater function) pada setAge daripada mengoper state berikutnya:

function handleClick() {
setAge(a => a + 1); // setAge(42 => 43)
setAge(a => a + 1); // setAge(43 => 44)
setAge(a => a + 1); // setAge(44 => 45)
}

Di sini, a => a + 1 adalah fungsi pembaruan Anda. Fungsi ini mengambil state tertunda dan mengkalkulasi state selanjutnya darinya.

React menempatkan fungsi pembaruan Anda dalam sebuah antrian. Selanjutnya, selama render berikutnya, React akan memanggil fungsi-fungsi tersebut dalam urutan yang sama:

  1. a => a + 1 akan menerima 42 sebagai state yang tertunda dan mengembalikan 43 sebagai state berikutnya.
  2. a => a + 1 akan menerima 43 sebagai state yang tertunda dan mengembalikan 44 sebagai state berikutnya.
  3. a => a + 1 akan menerima 44 sebagai state yang tertunda dan mengembalikan 45 sebagai state berikutnya.

Karena tidak ada pembaruan antrian lainnya, maka React akan menyimpan 45 sebagai state saat ini.

Secara konvensi, umumnya disepakati untuk memberi nama argumen state tertunda dengan huruf pertama dari nama variabel state, seperti a untuk age. Namun, Anda juga dapat memberinya nama seperti prevAge atau sesuatu yang menurut Anda lebih jelas.

React mungkin akan memanggil pembaruan Anda dua kali pada saat pengembangan untuk memeriksa apakah mereka murni.

Pendalaman

Apakah selalu lebih disarankan untuk menggunakan fungsi pembaruan?

Anda mungkin mendengar rekomendasi untuk selalu menulis kode seperti setAge(a => a + 1) jika state yang Anda atur dikalkulasi dari state sebelumnya. Tidak ada masalah dengan itu, tetapi juga tidak selalu diperlukan.

Pada kebanyakan kasus, tidak ada perbedaan antara kedua pendekatan tersebut. React selalu memastikan bahwa untuk tindakan pengguna yang disengaja, seperti klik, variabel state age akan diperbarui sebelum klik berikutnya. Ini berarti tidak ada risiko klik handler melihat age yang “usang” di awal event handler.

Namun, jika Anda melakukan beberapa pembaruan dalam satu event, fungsi pembaruan dapat membantu. Mereka juga membantu jika mengakses variabel state itu sendiri merepotkan (Anda mungkin mengalaminya saat mengoptimalkan render ulang).

Jika Anda lebih suka konsistensi daripada sintaks yang sedikit lebih panjang, masuk akal untuk selalu menulis fungsi pembaruan jika state yang Anda atur dikalkulasi dari state sebelumnya. Jika dihitung dari state sebelumnya dari beberapa variabel state yang lain, Anda mungkin ingin menggabungkannya menjadi satu objek dan menggunakan reducer.

The difference between passing an updater and passing the next state directly

Contoh 1 dari 2:
Mengoper fungsi pembaruan

Contoh ini menggunakan fungsi pembaruan, sehingga tombol “+3” berfungsi.

import { useState } from 'react';

export default function Counter() {
  const [age, setAge] = useState(42);

  function increment() {
    setAge(a => a + 1);
  }

  return (
    <>
      <h1>Your age: {age}</h1>
      <button onClick={() => {
        increment();
        increment();
        increment();
      }}>+3</button>
      <button onClick={() => {
        increment();
      }}>+1</button>
    </>
  );
}


Memperbarui objek dan senarai di dalam state

Anda dapat menempatkan objek dan senarai ke dalam state. Di React, state dianggap sebagai sesuatu yang hanya bisa dibaca, sehingga Anda harus menggantinya (replace) daripada mutasi (mutate) objek yang sudah ada. Misalnya, jika Anda memiliki objek form di dalam state, jangan mutasi secara langsung:

// 🚩 Don't mutate an object in state like this:
form.firstName = 'Taylor';

Seharusnya, gantikan seluruh objek dengan membuat objek baru:

// ✅ Replace state with a new object
setForm({
...form,
firstName: 'Taylor'
});

Baca memperbarui objek pada state dan memperbarui senarai pada *state untuk belajar lebih lanjut.

Examples of objects and arrays in state

Contoh 1 dari 4:
Form (objek)

Pada contoh ini, variabel state form menampung sebuah objek. Setiap masukan memiliki pengendali perubahan yang memanggil setForm dengan state berikutnya dari keseluruhan form. Spead syntax { ...form } memastikan bahwa objek state diganti daripada dimutasi (mutated).

import { useState } from 'react';

export default function Form() {
  const [form, setForm] = useState({
    firstName: 'Barbara',
    lastName: 'Hepworth',
    email: 'bhepworth@sculpture.com',
  });

  return (
    <>
      <label>
        First name:
        <input
          value={form.firstName}
          onChange={e => {
            setForm({
              ...form,
              firstName: e.target.value
            });
          }}
        />
      </label>
      <label>
        Last name:
        <input
          value={form.lastName}
          onChange={e => {
            setForm({
              ...form,
              lastName: e.target.value
            });
          }}
        />
      </label>
      <label>
        Email:
        <input
          value={form.email}
          onChange={e => {
            setForm({
              ...form,
              email: e.target.value
            });
          }}
        />
      </label>
      <p>
        {form.firstName}{' '}
        {form.lastName}{' '}
        ({form.email})
      </p>
    </>
  );
}


Menghindari membuat ulang state awal

React menyimpan state awal sekali dan mengabaikannya pada render berikutnya.

function TodoList() {
const [todos, setTodos] = useState(createInitialTodos());
// ...

Meskipun hasil dari createInitialTodos() hanya digunakan untuk render awal, Anda tetap memanggil fungsi ini pada setiap render. Hal ini dapat menjadi pemborosan jika membuat senarai yang besar atau melakukan kalkulasi yang mahal

Untuk mengatasi hal tersebut, kamu dapat mengopernya sebagai fungsi initializer ke useState sebagai gantinya:

function TodoList() {
const [todos, setTodos] = useState(createInitialTodos);
// ...

Perhatikan bahwa Anda mengoper createInitialTodos, yang merupakan fungsi itu sendiri dan bukan createInitialTodos(), yang merupakan hasil dari pemanggilannya. Jika Anda mengoper sebuah fungsi ke useState, React hanya akan memanggilnya selama inisialisasi.

React dapat memanggil inisialisator Anda dua kali pada saat pengembangan untuk memeriksa apakah mereka murni.

The difference between passing an initializer and passing the initial state directly

Contoh 1 dari 2:
Mengoper fungsi inisialisasi

Contoh ini mengoper sebuah fungsi inisialisasi, sehingga fungsi createInitialTodos hanya berjalan ketika inisalisasi. Ini tidak berjalan ketika komponen di-render ulang, seperti ketika Anda mengetikkan masukan.

import { useState } from 'react';

function createInitialTodos() {
  const initialTodos = [];
  for (let i = 0; i < 50; i++) {
    initialTodos.push({
      id: i,
      text: 'Item ' + (i + 1)
    });
  }
  return initialTodos;
}

export default function TodoList() {
  const [todos, setTodos] = useState(createInitialTodos);
  const [text, setText] = useState('');

  return (
    <>
      <input
        value={text}
        onChange={e => setText(e.target.value)}
      />
      <button onClick={() => {
        setText('');
        setTodos([{
          id: todos.length,
          text: text
        }, ...todos]);
      }}>Add</button>
      <ul>
        {todos.map(item => (
          <li key={item.id}>
            {item.text}
          </li>
        ))}
      </ul>
    </>
  );
}


Menyetel ulang state menggunakan kunci (key)

Anda sering melihat atribut key saat me-render daftar. Namun, atribut ini juga memiliki tujuan lain.

Anda dapat menyetel ulang state komponen dengan memberikan key yang berbeda pada komponen. Pada contoh ini, tombol Reset mengubah variabel state version, yang kami oper sebagai key pada Form. Ketika key berubah, React membuat ulang komponen Form (dan semua komponen anaknya) dari awal, sehingga state-nya disetel ulang.

Baca menjaga dan menyetel ulang state untuk mempelajari lebih lanjut.

import { useState } from 'react';

export default function App() {
  const [version, setVersion] = useState(0);

  function handleReset() {
    setVersion(version + 1);
  }

  return (
    <>
      <button onClick={handleReset}>Reset</button>
      <Form key={version} />
    </>
  );
}

function Form() {
  const [name, setName] = useState('Taylor');

  return (
    <>
      <input
        value={name}
        onChange={e => setName(e.target.value)}
      />
      <p>Hello, {name}.</p>
    </>
  );
}


Menyimpan informasi dari render sebelumnya

Biasanya, Anda akan memperbarui state pada event handler. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, Anda mungkin ingin menyesuaikan state sebagai respons terhadap rendering — misalnya, Anda mungkin ingin mengubah variabel state ketika prop berubah.

Dalam kebanyakan kasus, Anda tidak memerlukannya:

Dalam kasus yang jarang terjadi bahwa tidak satu pun dari yang disebutkan di atas berlaku, ada pola yang dapat Anda gunakan untuk memperbarui state berdasarkan nilai-nilai yang telah di-render, dengan memanggil fungsi set ketika komponen Anda sedang di-render..

Berikut contohnya. Komponen CountLabel ini menampilkan prop count yang dioper kepadanya::

export default function CountLabel({ count }) {
return <h1>{count}</h1>
}

Misalkan Anda ingin menunjukan apakah penghitung telah meningkat atau menurun sejak perubahan terakhir. Prop count tidak memberi tahu hal ini — Anda perlu menelusuri dari nilai sebelumnya. Tambahkan variabel state prevCount untuk menelusurinya. Tambahkan variabel state lain bernama trend untuk menampung apakah hitungan telah meningkat atau menurun. Bandingkan prevCount dengan count, dan jika tidak sama, perbarui prevCount dan trend. Sekarang Anda dapat menampilkan prop hitungan saat ini dan bagaimana ia telah berubah sejak render terakhir.

import { useState } from 'react';

export default function CountLabel({ count }) {
  const [prevCount, setPrevCount] = useState(count);
  const [trend, setTrend] = useState(null);
  if (prevCount !== count) {
    setPrevCount(count);
    setTrend(count > prevCount ? 'increasing' : 'decreasing');
  }
  return (
    <>
      <h1>{count}</h1>
      {trend && <p>The count is {trend}</p>}
    </>
  );
}

Perhatikan bahwa jika Anda memanggil fungsi set saat rendering, itu harus berada dalam kondisi seperti prevCount !== count, dan harus ada pemanggilan seperti setPrevCount(count) di dalam kondisi tersebut. Jika tidak, komponen Anda akan di-render dalam perulangan hingga terjadi crash. Selain itu, Anda hanya dapat memperbarui state dari komponen yang sedang di-render seperti ini. Memanggil fungsi set dari komponen lain selama rendering adalah kesalahan. Terakhir, pemanggilan set Anda harus memperbarui state tanpa mutasi — ini bukan berarti Anda dapat melanggar aturan fungsi murni.

Pola ini bisa sulit dipahami dan biasanya lebih baik untuk dihindari. Namun, ini lebih baik daripada memperbarui state dalam efek. Ketika Anda memanggil fungsi set selama render, React akan me-render ulang komponen tersebut sesaat setelah komponen Anda keluar dengan pernyataan return, dan sebelum me-render anak-anak. Dengan begitu, anak-anak tidak perlu me-render dua kali. Sisa fungsi komponen Anda tetap akan dieksekusi (dan hasilnya akan dibuang). Jika kondisi Anda berada di bawah semua panggilan Hook, Anda dapat menambahkan return lebih awal untuk memulai ulang render sebelumnya.


Pemecahan masalah

Saya sudah memperbarui state, tetapi saat saya mencetak log nilainya masih yang lama

Memanggil fungsi set tidak mengubah state pada kode yang sedang berjalan:

function handleClick() {
console.log(count); // 0

setCount(count + 1); // Request a re-render with 1
console.log(count); // Still 0!

setTimeout(() => {
console.log(count); // Also 0!
}, 5000);
}

Ini terjadi karena state berperilaku seperti snapshot. Memperbarui state membutuhkan render ulang dengan nilai state baru, tetapi tidak memengaruhi variabel JavaScript count pada event handler yang sedang berjalan.

Jika Anda perlu menggunakan state selanjutnya, Anda dapat menyimpannya dalam variabel sebelum mengopernya pada fungsi set:

const nextCount = count + 1;
setCount(nextCount);

console.log(count); // 0
console.log(nextCount); // 1

Saya telah memperbarui state, tetapi tidak ada perbaruan pada layar

React akan mengabaikan pembaruan Anda jika state berikutnya sama dengan state sebelumnya, yang ditentukan oleh perbandingan Object.is. Ini biasanya terjadi ketika Anda mengubah objek atau senarai di dalam state secara langsung:

obj.x = 10; // 🚩 Wrong: mutating existing object
setObj(obj); // 🚩 Doesn't do anything

Anda mengubah objek obj yang ada dan mengirimkannya kembali ke setObj, sehingga React mengabaikan pembaruan tersebut. Untuk memperbaikinya, pastikan Anda selalu mengganti objek dan senarai di dalam state daripada memutasi mereka:

// ✅ Correct: creating a new object
setObj({
...obj,
x: 10
});

Saya mendapatkan galat: “Too many re-renders”

Anda mungkin mendapatkan galat yang mengatakan: *Too many re-renders*. React membatasi jumlah render untuk mencegah pengulangan tak terbatas. Biasanya ini berarti bahwa Anda secara tidak kondisional mengatur state selama render, sehingga komponen Anda masuk ke dalam perulangan: render, set state (yang menyebabkan render), render, set state (yang menyebabkan render), dan seterusnya. Sangat sering, ini disebabkan oleh kesalahan dalam menentukan event handler:

// 🚩 Wrong: calls the handler during render
return <button onClick={handleClick()}>Click me</button>

// ✅ Correct: passes down the event handler
return <button onClick={handleClick}>Click me</button>

// ✅ Correct: passes down an inline function
return <button onClick={(e) => handleClick(e)}>Click me</button>

Jika Anda tidak dapat menemukan penyebab kesalahan ini, klik pada panah di sebelah galat pada konsol dan lihat melalui tumpukan JavaScript untuk menemukan panggilan fungsi set yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.


Fungsi inisialisasi atau pembaruan saya berjalan dua kali

Pada Strict Mode, React akan memanggil beberapa fungsi Anda sebanyak dua kali alih-alih hanya satu kali:

function TodoList() {
// This component function will run twice for every render.

const [todos, setTodos] = useState(() => {
// This initializer function will run twice during initialization.
return createTodos();
});

function handleClick() {
setTodos(prevTodos => {
// This updater function will run twice for every click.
return [...prevTodos, createTodo()];
});
}
// ...

Ini sesuatu yang sudah diperkirakan dan seharusnya tidak merusak kode Anda.

Perikalu ini hanya terjadi pada saat pengembangan dan membantu Anda menjaga komponen bersifat murni. React menggunakan hasil dari salah satu pangiglan, dan mengabaikan hasil panggilan yang lain. Selama fungsi komponen, insialisasi, dan pembaruan Anda murni, ini tidak akan mempengaruhi logika Anda. Namun, jika secara tidak sengaja terdapat fungsi tidak murni (impure), ini akan membantu Anda untuk mengetahui kesalahan.

Sebagai contoh, fungsi pembaruan tidak murni ini mengubah sebuah senarai di dalam state:

setTodos(prevTodos => {
// 🚩 Mistake: mutating state
prevTodos.push(createTodo());
});

Karena React memanggil fungsi pembaruan dua kali, Anda akan melihat todo ditambahkan dua kali, sehingga Anda akan tahu bahwa ada kesalahan. Dalam contoh ini, Anda dapat memperbaiki kesalahan dengan mengganti senarai tersebut daripada memutasi:

setTodos(prevTodos => {
// ✅ Correct: replacing with new state
return [...prevTodos, createTodo()];
});

Apabila fungsi pembaruan ini murni, memanggilnya beberapa kali tidak membuat perbedaan perilaku. Inilah mengapa React memanggilnya dua kali untuk membantu Anda menemukan kesalahan. Hanya fungsi komponen, inisialisasi, dan pembaruan yang perlu bersifat murni. Event handler tidak perlu murni, sehingga React tidak akan pernah memanggil event handler Anda dua kali.

Baca menjaga komponen murni untuk belajar lebih lanjut.


Saya mencoba mengatur state ke sebuah fungsi, namun malah dipanggil

Anda tidak dapat mengoper sebuah fungsi ke dalam state seperti ini.:

const [fn, setFn] = useState(someFunction);

function handleClick() {
setFn(someOtherFunction);
}

Karena Anda mengoper sebuah fungsi, React menganggap bahwa someFunction adalah fungsi inisialisasi, dan bahwa someOtherFunction adalah fungsi pembaruan, sehingga mencoba memanggil mereka dan menyimpan hasilnya. Untuk benar-benar menyimpan fungsi, Anda harus menambahkan () => sebelum keduanya. Kemudian React akan menyimpan fungsi yang Anda oper.

const [fn, setFn] = useState(() => someFunction);

function handleClick() {
setFn(() => someOtherFunction);
}